Lokasi Pengunjung
Cegah HIV-AIDS

Pelayanan Publik
0813366569458 0332 423855
Info Kesehatan
|
|
Selamat Datang di Situs Resmi Dinas Kesehatan Bondowoso |
|
Senin, 02 November 2009 |
  Dengan visi Masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dan misi Membuat rakyat sehat, Departemen Kesehatan telah merumuskan 4 grand strategy yang salah satunya adalah: Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan dengan salah satu produknya adalah Berfunginya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruh Indonesia. Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso mengembangkan Sistem Informasi Kesehatan Berbasis Website, meliputi semua indikator kesehatan yang utama tentang status kesehatan (angka kematian, angka kesakitan, angka kecelakaan, angka disabel, status gizi), kesehatan lingkungan (lingkungan fisik), pengetahuan-sikap-perilaku kesehatan (Flu burung, HIV/AIDS, perilaku higienis, penggunaan tembakau, minum alkohol, aktivitas fisik, perilaku konsumsi) dan berbagai aspek mengenai pelayanan kesehatan (akses, cakupan, mutu layananan, pembiayaan kesehatan). Sistem Informasi Kesehatan tersebut bukan saja berskala Kabupaten, tetapi harus dapat menggambarkan indikator kesehatan minimal sampai tingkat Kelurahan. |
|
|
Minggu, 05 September 2010 |
|
Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak orang sudah bersiap-siap untuk pulang ke kampung halaman atau sering diistilahkan dengan “mudik”. Tentunya perlu persiapan yang matang supaya mudik berjalan lancar. Persiapan fisik merupakan salah satu faktor yang mendukung kelancaran dalam melakukan perjalanan, apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup jauh sehingga menguras tenaga. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas mengenai kiat-kiat yang bisa dilakukan sebagai ikhtiar supaya mudik berjalan lancar. Persiapan Fisik Menjelang Mudik Berikut ini adalah beberapa persiapan fisik yang bisa dilakukan supaya badan sehat dan fit ketika mudik: |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penderita HIV Capai 26 Orang |
|
Rabu, 25 Agustus 2010 |
|
BONDOWOSO - Jumlah penderita HIV di Bondowoso terus bertambah. Tambahan para penderita virus mematikan itu diketahui saat darah mereka diperiksa di laboratorium oleh petugas UTD PMI Bondowoso. "Dari Januari hingga Agustus ini, jumlah penderita HIV di Bondowoso mencapai 26 orang," ujar dr Bambang Supeno, Plt Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Dinkes kemarin (23/8).
Usia para penderita HIV itu rata-rata berusia produktif. Sehingga, sangat disayangkan sekali di usia produktif mereka terserang penyakit mematikan. "Secara kasat mata mereka tampak sehat-sehat saja. Mereka, tetap beraktivitas sebagaimana layaknya orang normal," katanya.
Namun, kata dia, virus HIV itu akan terus berkembang pada tubuh penderita. "Diperkirakan, setelah sepuluh tahun ke depan, virus HIV itu akan berubah menjadi penyakit AIDS yang mematikan," ungkapnya. Oleh sebab itu, pihaknya segera berupaya mengobati para penderita HIV dengan mengirimnya ke klinik VCT RS dr Soebandi Jember. Sebab, di Bondowoso tidak tersedia obat anti HIV AIDS, yaitu ARV. "Obat ARV hanya ada di klinik VCT Jember. Oleh sebab itu, kami segera mengirim penderita untuk menghambat laju virus tersebut," katanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Waspadai Wabah Chikungunya |
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
BONDOWOSO- Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya penyebaran penyakit cikungunya. Karena, penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes albopictus, ini sudah menyerang sekitar 114 warga sejumlah desa di Kecamatan Wringin pada Juli lalu dan dua pekan awal Agustus ini.
Kepala Dinkes Bondowoso Agus Suwardjito kepada RJ mengatakan, Kecamatan Wringin yang lembap, meningkatkan populasi nyamuk Aedes albopictus. Sehingga, tidak salah jika ratusan warga di Kecamatan Wringin terserang penyakit cikungunya pada Juli lalu dan awal Agustus ini. Pada Juli lalu ada 77 warga desa terserang penyakit cikungunya dan hingga minggu kedua Agustus ada 37 warga terserang penyakit cikungunya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kabupaten Bondowoso, Peraih Grand Category Bidang Pelayanan Publik |
|
Rabu, 11 Agustus 2010 |
|
Pada Malam Anugerah Otonomi Awards 2010, Kabupaten Bondowoso tampil mengejutkan dengan memboyong dua trofi sekaligus. Selain meraih penghargaan kategori khusus bidang pendidikan, daerah itu memboyong trofi kategori utama (grand category) bidang pelayanan publik. Apa saja capaian daerah penghasil tape tersebut? Berikut ulasan Nur Hidayat, peneliti The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
---
SEJAK dilantik menjadi bupati pada 15 September 2008, Amin Said Husni menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu fokus perhatian. Setelah pelantikan, ketika ditanya wartawan tentang prioritas pembangunan yang hendak dicanangkan, Amin langsung menegaskan bahwa Kabupaten Bondowoso membutuhkan terobosan di bidang pendidikan.
Menurut dia, sektor pendidikan harus ditata dan dipikirkan secara cermat. Program yang dibuat harus betul-betul terencana dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal itu, fondasi pertama yang disiapkan adalah peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan pendidikan.
Berbekal pengalaman dua periode menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dia tidak kesulitan memberikan garis besar desain perda yang dikehendaki. Pada akhir 2008, sebuah tim yang ditugasi merumuskan rancangan perda terbentuk. Tim tersebut segera menyusun rancangan perda dan melakukan studi banding ke Jogjakarta. |
|
Selengkapnya...
|
|
| |
|
|
|